Kompresor Udara untuk Laser Cutting: Piston vs Screw, Jangan Salah Pilih!

Social Media Collaterals Set 1

Dalam dunia manufaktur, kompresor udara itu ibarat “napas kehidupan” mesin. Tanpa kompresor udara, Mesin Fiber Laser Cutting belum maksimal ibarat belum menemukan pasangan hidup yang pas,….ciyeeee….

Nah, khusus untuk laser cutting, kompresor udara bukan sekadar tukang tiup. Fungsinya krusial sebagai Assist Gas, salah pilih jenis kompresor? Siap-siap hasil potong berkerak, kasar, bahkan lensa laser bisa jadi korban. Rusak dan boncos, bro

Di artikel ini, kita bahas tuntas dan santai:
Kompresor udara piston vs screw — mana yang benar-benar cocok untuk laser cutting?


Jenis Kompresor Udara yang Paling Umum di Industri

Secara garis besar, ada dua tipe kompresor udara yang sering kita temui di lapangan:

1. Kompresor Udara Piston (Reciprocating)

Ini tipe “legendaris”. Biasanya nongkrong di bengkel ban, bengkel cat, atau usaha kecil.

kompresor piston

Cara kerja:
Menggunakan piston yang naik-turun di dalam silinder, mirip mesin motor.

  • Piston turun → udara masuk

  • Piston naik → udara ditekan ke tangki

Karakteristik utama:

  • Suara keras (tetangga bisa ikut dengar)

  • Getaran tinggi

  • Aliran udara tidak stabil (putus-putus)

  • Panas dan uap air cukup banyak

Duty cycle:
Cuma 50–50%. Artinya?
Nyalakan 30 menit → istirahat 30 menit.
Kalau dipaksa kerja terus, siap-siap overheat.

👉 Cocok untuk kerja ringan, bukan produksi laser nonstop.


2. Kompresor Udara Screw (Rotary Screw)

Kalau yang ini, sudah masuk kelas industri modern dan jadi standar untuk laser cutting.

kompresor udara

Kompresor Udara Screw

Cara kerja:
Menggunakan dua ulir besar (screw) yang berputar berlawanan arah. Udara dijepit, dipadatkan, lalu dialirkan secara berulang.

Karakteristik utama:

  • Suara jauh lebih halus

  • Getaran minim

  • Aliran udara stabil & konsisten

  • Lebih dingin dan bersih

Duty cycle:
🔥 100% nonstop
Dirancang kerja 24 jam tanpa drama.

👉 Inilah alasan kenapa pabrik laser cutting serius pasti pakai kompresor udara screw.


@onemachineryHai machiners! para pengusaha yang menggunakan laser cutting pasti pernah merasakan borosnya gas nitrogen atau oksigen disaat melakukan proses cutting. Nah mimin punya solusinya nihh! #onemachinery #baison #mesinlasercutting #mesinlasercuttingmetal #mesinlaser #FiturCanggih #3000watt #15000watt #gasbantu #kompresor♬ suara asli – One Machinery

Perbandingan Singkat: Piston vs Screw

Fitur Kompresor Piston Kompresor Screw
Prinsip Kerja Naik-turun Putaran ulir
Duty Cycle Terbatas 100% nonstop
Suara Sangat bising Lebih senyap
Aliran Udara Tidak stabil Stabil
Kualitas Udara Banyak oli & panas Lebih bersih
Efisiensi Energi Boros Lebih hemat
Harga Awal Murah Mahal
Cocok untuk Laser

 


Spesifikasi Kompresor Udara Wajib untuk Laser Cutting

Kalau Anda ingin pakai kompresor udara sebagai gas potong (pengganti nitrogen/oksigen), ada 3 syarat mutlak : 

1. Tekanan Minimal 16 Bar

Kompresor bengkel biasa?
👉 Umumnya cuma 8–10 bar.
Itu TIDAK CUKUP untuk laser cutting.

Kenapa harus 16 bar?
Karena tekanan tinggi dibutuhkan untuk menembak molten metal keluar secepat kilat.
Kalau tekanannya rendah:

  • Potongan berkerak (dross)

  • Pinggir potong kasar

  • Hasil jadi tidak presisi


2. Flow Rate yang Cukup (CFM / m³/min)

Flow rate menentukan:

  • Seberapa tebal material yang bisa dipotong

  • Seberapa stabil hasil potong

Rekomendasi umum:

  • Mesin 1000W – 3000W → 1.2 – 1.5 m³/min

Ingat:
Nozzle makin besar = angin makin boros.


3. Kualitas Udara (ISO 8573) – Ini HUKUM WAJIB!

Musuh utama laser itu cuma dua:
Air (uap)
Oli

Kalau uap air atau oli masuk ke laser head:
➡️ Lensa pelindung bisa terbakar dalam hitungan detik

Solusi wajib:

  • Air Dryer (pengering udara)

  • Filter bertingkat:

    • Pre-filter

    • Fine filter

    • Activated carbon

Tanpa ini?
Lebih baik jangan coba-coba.

Perawatan Kompresor Udara: Jangan Sampai Lupa

Maintenance Kompresor Piston

  • Ganti oli: tiap 500–1000 jam

  • Buang air tangki: setiap hari

  • Bersihkan filter udara: mingguan

  • Cek fan belt: jangan sampai kendor

Maintenance Kompresor Screw

  • Ganti oli khusus screw: 2000–4000 jam

  • Ganti oil filter & air separator

  • Bersihkan radiator/cooler

  • Cek air dryer & dew point

Lebih ribet? Iya.
Lebih aman untuk laser? Jauh lebih aman.


Kesimpulan: Pilih yang Mana?

Pilih Kompresor Udara Piston Jika:

  • Hanya untuk cleaning atau angin ringan

  • Anggaran sangat terbatas

  • Mesin tidak jalan nonstop

Pilih Kompresor Udara Screw 16 Bar Jika:

✅ Dipakai sebagai gas potong laser
✅ Produksi jalan >4 jam per hari
✅ Ingin hasil potong rapi & konsisten
✅ Mau lensa laser awet dan panjang umur

Ingat:
Harga kompresor boleh mahal,
tapi kerusakan laser jauh lebih mahal 😄

Pastikan kamu ga salah pilihan yaa..

kompresor tambal ban