Kandungan Air di Laser Head: Musuh Tak Terlihat dari Kompresor

Kalau mesin laser cutting fiber bisa curhat, mungkin dia bakal bilang:
“Bos… aku dikasih angin kok malah basah sih?” 😅
Yup, inilah drama klasik di dunia laser cutting:
kandungan air di laser head akibat kompresor yang niatnya bantu, malah nyusahin.
Masalah ini kelihatannya sepele. Cuma air doang, kan?
Padahal efeknya bisa bikin lensa pelindung pecah, hasil potong jelek, sampai laser head KO permanen.
Dan kabar buruknya:
hampir 90% kasus kandungan air itu… salah setup kompresor. 😬
1.Kenapa Bisa Ada Kandungan Air di Laser Head?
Udara di sekitar kita itu tidak polos.
Isinya bukan cuma oksigen dan nitrogen, tapi juga:
-
Uap air (kelembapan)
-
Debu
-
Dan kadang… bonus oli dari kompresor 😅
Begitu udara ini dikompresi:
1. Uap air ikut dipadatkan
2. Udara jadi panas
3. Saat mendingin → uap berubah jadi air (kondensasi)
Kalau tidak ada sistem pengeringan yang benar,
air ini akan ikut meluncur ke:
➡️ Selang
➡️ Filter
➡️ Nozzle
➡️ Dan akhirnya… laser head 😭
Selamat! Anda resmi mengirim kandungan air ke area paling sensitif mesin laser. hehehe….
2.Apa yang Terjadi Kalau Ada Kandungan Air?
Di dalam cutting head ada salah satu komponen yang sensitif:
Protective Lens (lensa pelindung).
Kalau ada air di lensa, inilah horornya:
A. Lensa Jadi “Kompor Mini”
Butiran air menyerap panas sinar laser.
Terjadi thermal stress.
Hasilnya:
-
Muncul titik hitam
-
Lensa retak
-
Lensa pecah mendadak

B. Hasil Potong Jadi Jelek
Kalau kandungan air ikut keluar lewat nozzle:
-
Carbon steel jadi hitam
-
Stainless jadi kasar
-
Slag makin tebal
Customer:
“Mas, kok potongannya kayak rambutmu ya? abstrak tiada tara”

Anda:
“Ehehe… itu gaya industrial look, Pak.” 😅

Hasil Potong yang Jelek
C. Laser Head Bisa KO Permanen
Kalau dibiarkan:
-
Sensor internal rusak
-
Fokus kacau
-
Korosi mikro muncul
Dan ya… laser head bisa pensiun dini.
Kenapa Kompresor Jadi Tersangka Utama?
Biasanya masalah kandungan air muncul karena berikut ini:
❌ Pakai Kompresor Piston
Tekanan tidak stabil, udara panas, uap air banyak.
❌ Tidak Pakai Air Dryer
Ini dosa besar. Tanpa air dryer, semua uap air lolos.
❌ Filter Ala Kadarnya
Filter murah + jarang diganti = pintu VIP buat air & oli hehehe.
Solusi Anti Drama: Bikin Udara Jadi Premium
Kalau mau hidup tenang dan lensa awet:
✅ A. Gunakan Screw Compressor
Lebih stabil, lebih dingin, cocok untuk laser cutting.
✅ B. Pasang Air Dryer (WAJIB!)
Pilihan:
Refrigerated Dryer (Tipe Kulkas)
-
Dew point 2–5°C
-
Cukup untuk laser kecil–menengah
Desiccant Dryer (Tipe Penyerapan)
-
Dew point sampai -40°C
-
Wajib untuk laser 6 kW ke atas
-
Wajib kalau pakai udara tekan sebagai assist gas
✅ C. Pasang 3 Tahap Filter
-
Pre-filter
-
Fine filter
-
Micro filter
Target: udara kering, bersih, oil-free.
@onemachinery Laser cutting mahal, tapi laser head cepat rusak? Bisa jadi masalahnya ada di kompresor. Kamu pake kompresor piston atau kompresor screw?? #OneMachinery #LaserCutting #KompresorScrew #KompresorPiston #AfterSalesLaser ♬ original sound – Darxyeditz
3.Setting Air Dryer Biar Kandungan Air Nggak Balik Lagi
🔧 Auto Drain Timer
-
OFF (interval): 5–10 menit
-
ON (durasi): 2–5 detik
Kalau terlalu jarang buang → air numpuk
Kalau terlalu lama buka → boros angin & listrik
🌡️ Cek Indikator Suhu Dryer
-
Normal: 2–10°C (zona hijau)
-
Merah: dryer cuma jadi pajangan 😬
Tes Simpel: Udara Anda Kering atau Masih “Beracun”?
✅ Tes Cermin / Lensa pelindung bekas :
Jadi salah satu cara paling mudah untuk menguji adalah kita bisa gunakan lensa pelindung bekas, kita letakkan kira2 jarak 2-3 cm di depan saluran keluar angin dari kompressor. Jika ada bekas embun di permukaan lensa, berarti udara dari kompresor masih mengandung uap air.

Semprot 30 detik:
-
Ada embun? ❌ Gagal
-
Tetap bening? ✅ Aman
✅ Tes Kertas Putih
Semprot 1 menit:
-
Basah / lemas? ❌ Ada air
-
Ada bercak kuning? ❌ Ada oli
-
Tetap kering & putih? ✅ Aman
Dampak Kandungan Air terhadap Biaya Operasional
Selain bikin mesin rewel, kandungan air juga diam-diam menggerogoti profit bisnis laser cutting Anda.
Bayangkan skenario ini:
-
Protective lens rusak tiap 5–7 hari
-
Harga satu lensa: ratusan ribu
-
Dalam 1 bulan: ganti 4–6 kali
Itu baru lensa. Belum termasuk:
-
Downtime produksi
-
Scrap material karena potongan gagal
-
Komplain customer
Padahal, dengan satu unit air dryer yang proper,
semua drama ini bisa dicegah sejak awal.
Kalau ada yang bilang air dryer mahal, jawab saja:
“Lebih mahal ganti laser head tiap beberapa bulan, Bos.” 😅
SOP Singkat: Urutan Menyalakan Mesin
Ajarkan operator Anda urutan ini:
-
Nyalakan air dryer dulu
-
Tunggu 3–5 menit sampai suhu turun
-
Baru nyalakan kompresor
-
Terakhir, jalankan mesin laser
Jangan potong kalau dryer belum dingin.
Itu sama saja nyuruh laser mandi uap air 😬
Kandungan Air Itu Musuh Dalam Selimut
Masalah kandungan air di laser head hampir selalu bukan salah mesinnya.
Yang salah biasanya:
-
Kompresornya
-
Dryernya
-
Atau niat hematnya 😅
Kalau mau mesin awet, potongan cakep, dan produksi tanpa drama:
-
Pakai screw compressor
-
Pasang air dryer
-
Lengkapi filter yang proper
Biar laser Anda kerja fokus, bukan sambil ngelap air mata 😭



